Friday, March 18, 2011
Sunday, February 27, 2011
Frekwensi Rahmat
yang merumus debu rempah di Marikh
yang menyemai bunga di Zuhrah
yang menurun tangisan di Neptun
yang mengkecamuk nafas di Musytari
semayam Maha Tinggi
geranyam jari jemari
yang melukis dua muka
pada Apollo dan Hermes
itulah Allah
menyambung bintang,
dilambung mawar serinya malam.
Posted by Julia&V at 7:40 AM 0 comments
Labels: puisi
Tuesday, February 22, 2011
Petir Putih
seperti petir putih
yang datangnya
dalam biru langit berawan
dan pasti sebentar
silau mentari pergi
menjengah tiba
gelora ribut dan hujan
senyuman yang dingin
dan rambut dihinggap cahaya
bagaikan petir putih;
terdetik kejut dihatiku
pastikan tiba
mendung tak bertepi
Posted by Julia&V at 8:48 AM 0 comments
Labels: puisi
Monday, February 7, 2011
21
tumbuhnya hutan
dari benih yang merah
digenang suram langit
disapa pilu bintang
tidurnya hati
kadang sakit terjerut nafsi
dihambat gerun laut
tenang rimbun dambaan nyawa
bermimpi hidup saujana
di arah liku menuju tangga
dan masihkah,
sejauh seroja
setinggi bima
satu dan puluh dua
ribu mata hariku
lagi,adakah ada
sepusing jangka yang melawat diri.
Posted by Julia&V at 7:41 AM 0 comments
Labels: puisi
Monday, January 31, 2011
Tesis Ombak
kelabu bisikan air
tanpa silau spektrum pasir
di atas tebing,
angin rindu dari masa lalu
dari jauh
raungan ombak mengaduh
kelacuran jangkanya
dihambat kering awan gelap,
menutup hari
kalakian biru nyawanya
membunting juta
makin kini tersoyak pergi
kelengar dari azabnya
mentari.
Posted by Julia&V at 3:28 AM 0 comments
Labels: puisi
Sunday, January 30, 2011
Fragmen Sesalan
birai rapuh disisi jambatan
menggusar niatku untuk melintas
laluan ini,
untuk mengejar bayang-bayangmu
walau dari seberang itu jua;
tempat datangnya aku
setelah pergi mencari makan
sepuluh tahun,
yang lekasnya bagai sekilas
setelah laut aku renangi
setelah gaung aku langkaui
masih,gagal ku temu
sedikit jiwa
untuk menduga sungai kasihmu.
andainya aku yang dahulu
mengerti maksud dalam senyuman
akan ku bina seribu tangga
dari janji dan cahaya
supaya tidak terasa jangka nantimu,
yang meminta daku,
dekat padamu.
Posted by Julia&V at 6:12 AM 0 comments
Labels: puisi
Friday, January 28, 2011
Xerofit Cinta
suainya tanah takkan menipu
betapa benci dikau padaku
yang menagih-nagih;
titisan kasih darimu
malam tanpa tidurku
dililit akar kata-katamu
yang menusuk mimpi;
terdapat decitan dihujung bibirmu
dibiar sendiri di alam gersang
persada kosong pentas hati
menanti intai renung tajammu
berpaling lagi pada diriku
sebelas abad bisa kan lalu
tanpa sedikit kilas wajahmu
namun aku,Xerofit cinta
walau kiamat melambai tiba
masih berharap
dalam diam lenaku
muncul kamu dalam mimpiku.
Posted by Julia&V at 3:13 PM 0 comments
Labels: puisi
Jeritan Yang Pudar
Terhentinya madah
setelah akhir,terbenam matahari
merenung padaku dengan tajam
kekeliruan dan kekecewaan
apabila hati diperdaya ilusi-ilusi kaleidoskop
mata dan rohku kini meronta
dalam lembayung kesayuan dan kesakitan
laksana guruh petir menyambar
hasratku,harapanku,mustahil bisa terkabul
kau yang menyalut kewujudanmu di angkasa
tidak tercapai
dan bulan yang hitam
dibayangi awan
merenung padaku dengan benci
Jeritanku yang kabur
tidak bergema,tidak disedari
aku diperangkap dalam lembah gelap
buta mataku,kelu lidahku
menanti saat mengalir
aku jatuh tersungkur dalam kelemahan sendiri
langsung lenyap dalam kabus tebal
Telah tiada lagi suria akan terbit
melainkan menyinari dikit,jari yang ketar ini
sebuah gerhana yang memilukan
betapa dengki dan cemburu
pada dirimu,penghuni dunia cahaya
aku melarang langsung,kini
dari hinggap di hati cinta dan damai
Lenyaplah jiwa dari kekesalan dunia
lebur bersama
bunga yang mati di pinggir jalan
dan siapa kan sedari,
siapa kan peduli
kerana telah aku sesat dan menyerah
dalam labirin ini,menuju ke hatimu.
8/1/2009
Posted by Julia&V at 6:53 AM 0 comments
Labels: puisi
Singgahsana Kosong
dalam deraian air mata
aku berpaling
melihat singgahsana yang telah kosong.
tarian yang direncat
nafas-nafas iblis
sepertinya engkau menyalahkan aku?
yang melainkan cinta,
tiada apa
tertulis kemi dalam remuknya hati.
Posted by Julia&V at 6:14 AM 0 comments
Labels: puisi
Vorteks Dosa
diusik kalbu persada semalam
yang lewat pada persiaran mata
adalah cahaya-cahaya merah
menyimbah deras
wajah sugulku.
seribu rasa,
bergelodak bagai masaknya laut
yang terburu-buru ingin memuntah isinya
menyapu bangkai di tebing alpa
aku yang menghidu;
haruman neraka.
dipisah sipi jurangan nipis
antara darat dan tangga ke langit
tertambat di puing sebatu rantai
kakiku,
dan wajah mendongak tiada daya
rusuk dan rusuk kian bertemu
namun hati, masih diam di situ
disalut malam tanpa rembulan
jeritanku
kini kelabu disadur syaitan
bilakan tiba lagi
putihnya senandung sunyi
yang pernah menyemai benih-benih
di atas lidahku
agar aku yang menunggu
mengukir harap;
turunnya Malaikat mengirim salam
meminta rahmat buat roh tersumpah
kembalinya aku ke simpang
meminta kunci
agar dibuka belenggu kaki
memanjat tangga menuju syurgawi.
Posted by Julia&V at 6:01 AM 0 comments
Labels: puisi

